Sabtu, 18 Mei 2013

Resensi Artikeal


Resensi Artikel

11.      Data Publikasi

a.       Judul                           Pemerintah Anggarkan Rp 2,2 Miliar Untuk Pengembangan UMKM.
b.      Penulis                         : Ika Fitriana 
c.       Penerbit                       : Kompas.com
d.      No/Tanggal                 : 1/17 Mei 2013
e.       No Hal                        : 1 Halaman
f.       Tema                           : ekonomi koperasi

22.      Sinopsis/Ringkasan
MAGELANG, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UMKM menganggarkan Rp 2,2 Miliar untuk pengembangan UMKM di seluruh Indonesia. Dana ini akan dialokasikan khusus untuk program koperasi one village one product (OVOP).
Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kemenkop & UKM RI, I Wayan Dipta menyebutkan masing-masing koperasi akan mendapatkan dana Rp 100 juta. "Selama ini sudah ada 73 koperasi yang mendapat bantuan tersebut," jelasnya usai membuka kegiatan Sosialisasi Regional Pengembangan produk Unggulan Desa dengan Pendekatan OVOP melalui Koperasi se-Sumatra dan Jawa di Hotel Atria Kota Magelang, Jumat (17/5/2013).
Program OVOP, kata Wayan, adalah salah satu program untuk meningkatkan kualitas produk unggulan masing-masing daerah. Sebagai dampingan program, lanjutnya, ada sebuah koperasi untuk membantu penyediaan bahan baku, pemasaran, packaging, dan aspek managerial lainnya. Sementara itu, di Jawa Tengah, sebanyak 70 produk unggulan dari 35 provinsi ditargetkan masuk dalam program One Village One Product (OVOP) berbasis koperasi.
Semua produk-produk tersebut nantinya akan menjadi produk khas dari daerah setempat. "Kita sudah merancang 5 dari 7 produk rintisan OVOP tahun depan," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih saat membacakan sambutan Gubernur Bibit Waluyo dalam kegiatan tersebut.
Lima produk tersebut antara lain,Sarung Goyor Pemalang, Sarung Goyor Sragen, Tenun Lurik Batik dari Klaten, Tenun Troso Jepara dan Batik Surakarta. Sebelumnya pada tahun 2012, ada dua sasaran rintisan OVOP yang mendapatkan alokasi dana yakni produk Carica di Kabupaten Wonosobo dan Bordir di Kabupaten Kudus.
Dijelaskan Rustri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan OVOP ini, yakni  penyediaan SDM, bahan baku dan permodalan, kelembagaan dan jaringan usaha, teknologi pengolahan, packing product (kemasan) dan brand product, hingga pemasaran produk.
Selain itu, Pemprov Jateng mencatat, hingga Mei  2013 ini, jumlah koperasi di Jawa Tengah sebanyak 27.010 unit dengan omzet mencapai  Rp 8,907 triliun. Sementara itu, untuk jumlah UMKM pada tahun 2012 sebanyak 80.583 UMKM, dengan omzet mencapai  Rp 18,972 triliun.
"Untuk mendukung itu semua kita sudah buat pelatihan, sosialisasi dan sebagainya," katanya. Melalui kegiatan yang akan berlansung hingga 19 Mei 2013 itu, pihaknya berharap tidak hanya sebagai sarana promosi produk antar daerah di Jawa dan Sumatera, tapi juga bisa terjalin komunikasi dan sharing pengetahuan antardaerah.


33.      Keunggulan

Keunggulan dalam artikel ini adalah dilengkapi dengan data – data yang diperlukan untuk menunjang pernyataan yang ada. Selain itu artikel ini sangat berguna bagi para pembaca karena dapat mengetahui produk-produk khas dari berbagai daerah dan dapat mengetahuui tentang rencana koperasi menciptakan program koperasi one village one product (OVOP)

44.      Kelemahan

Kelemahan dari artikel ini adalah dai segi penggunaan bahasa. Banyak kalimat yang terdapat kata – kata yang mubazir dan banyak kalimat – kalimat yang tidak menggunakan bahasa baku. Padahal ini adalah forum resmi yang seharusnya menggunakan bahasa baku.

55. Pendapat Akhir/ Saran

Saran dari peresensi jika program ini terus terlaksana maka koperasi akan dapat memperkenalkan produk yang lebih khas lagi dari berbagai daerah dan dapat mensejahterakan para anggotanya.
Saran bagi penulis artikel adalah hendaknya lebih memperhatikan lagi penggunaan bahasa dan kalimat – kalimatnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar